Monday, January 27, 2014

Jenis Jenis ikan air tawar yang sering terpancing di perairan Indonesia

Gabus (Channa Striata)
  • Tersebar : Jawa, Sumatera, Kalimantan dan di introduksi ke Sulawesi. 
  • Nama dearah, gabus, kutuk, deleg, bado, bace, sepungkat, haruan, bakok, pior, ruting, dan ruang. 
  • Besar maksimal 4 kg.
  • Biologi : Ikan permukaan, pemakan ikan, segala musim, dipancing siang malam.
  • Umpan : Flies, minnow, cacing, katak, jangkrik dan ikan-ikan kecil.

Lele Dumbo (Clarias Gariepinus)
 
  • Tersebar : Ikan yang kosmopolit adalah lele dumbo asli Afrika Selatan tapi kosmopolit di Indonesia. 
  • Besar maksimal 60 kg.
  • Biologi : Ikan dasar, pemakan ikan, segala musim, dipancing siang dan malam.
  • Umpan : Udang, ikan-ikan kecil dan pelet.

Nila (Oreochromis Niloticus)
  • Tersebar : Kosmopolit se Indonesia.  
  • Nama daerah nila, di Yogya disebut kakap gunung, padahal tak ada hubungan dengan kakap laut. 
  • Besar maksimal 6,5 kg.
  • Biologi :Semua masa air, pemakan segala, segala musim, dipancing siang malam.
  • Umpan : Cacing, pelet dan lumut.


Mujair (Oreochromis Mossambicus)
  • Tersebar : Kosmopolit se Indonesia. 
  • Besar maksimal 4,5 kg
  • Biologi :Semua masa air, pemakan segala, segala musim, dipancing siang malam.
  • Umpan : Cacing, pelet dan lumut.


Betutu (Oxyeleotris Marmorata)
  • Tersebar : Kosmopolit se Indonesia. Nama daerah, bodo, males, beluru, batutu, bakutu dan kembo. 
  • Besar maksimal 5 kg.
  • Biologi : Ikan dasar, pemakan segala, segala musim, dipancing siang dan malam.
  • Umpan : Cacing, cere, jangkrik , pelet udang dan ikan-ikan kecil.

Baung (Mystus Nemurus)
  • Tersebar : Kosmopolit se Indonesia kecuali Sulawesi dan Papua.  
  • Nama daerah, blukang, sogo, baung, jendil, gesso, baceman dan juaro. 
  • Besar maksimal 70 cm / 5-6 kg.
  • Biologi : Ikan dasar, pemakan segala, musim hujan dominan dan dipancing malam lebih mudah.
  • Umpan : Usus ayam, ikan kecil, udang, pelet dan cacing.

Patin (Pangasius sp)
  • Tersebar : Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. 
  • Nama daerahnya jambal, patin dan pangasisus. 
  • Besar maksimal jambal di Wonogiri pernah terjaring 25 kg.
  • Biologi : Ikan dasar, pemakan segala, musim hujan dominan, dipancing malam lebih dominan.
  • Umpan : Pisang biji, buah sawit, usus ayam, ikan kecil, udang, pelet dan cacing.


Toman (Channa Micropeltes)
  • Nama daerahnya tahuman, tauman, toman dan tobang. 
  • Besar maksimal 30 kg
  • Biologi : Ikan permukaan, pemakan ikan, segala musim, dipancing malam siang.
  • Umpan : Ikan kecil, udang, cacing, katak dan umpan tiruan dengan cara kasting. 


Belida (Chitala sp)


  • Tersebar : Jawa bagian barat, Sumatera dan Kalimantan. 
  • Nama daerah, pipih, blido dan belida. 
  • Besar maksimal 5-20 kg tergantung jenis.
  • Biologi : Ikan dasar, pemakan ikan, musim hujan dominan, dipancing malam lebih dominan.
  • Umpan : Usus ayam, ikan kecil, udang dan cacing.
Kini belida menyusut populasinya dan termasuk dilindungi. Bila mendapatnya saat mancing, sebaiknya dilepas dan diharapkan bisa berkembang biak di alam.


Sapu-sapu (Hypostomus Plecostomus)
  • Tersebar : Asli Sungai Amazone, melimpah di Pulau Jawa. 
  • Nama daerah, Sakarmut, sapu-sapu, dan ikan pembersih kaca. 
  • Besar maksimal <50 cm. 
  • Biologi : Ikan dasar, pemakan segala, musim apapun, siang dan malam.
  • Umpan : Usus ayam, ikan kecil, udang, pelet dan cacing.

Gurami (Osphronemous Gourami)
  • Tersebar : Jawa, Sumatera dan Kalimantan. 
  • Nama daerah, kalui, gurameh dan gurami. 
  • Besar maksimal 8 kg.
  • Biologi : Ikan permukaan, pemakan tumbuhan dan segala musim, siang dipancing lebih dominan.
  • Umpan : Pisang biji, buah sawit, usus ayam, ikan kecil, udang, pelet dan cacing.


Bawal (Collosoma sp)
  • Tersebar : Asli Brasil, berkembang luas di Indonesia. 
  • Besar maksimal panjang 1 meter / 30 kg. 
  • Lebih banyak populasinya di kolam pancingan daripada di alam. Sesekali terpancing di sungai, danau atau waduk.
  • Biologi : Ikan semua masa air, pemakan segala, musim apapun, dipancing siang lebih dominan.
  • Umpan : Usus ayam, ikan kecil, udang, pelet, cacing, serta umpan tiruan
 
Betik (Anabas Testudineus)
 
  • Tersebar : Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. 
  • Nama daerah, betik, papuyu, bato, betok, harfan, puyu, puyo-puyo, geteh, oseng, kusa, kusong, hoseng dan useng. 
  • Besar maksimal 30 cm.
  • Biologi : Semua masa air, omnivora, segala musim, siang hari lebih dominan. Merupakan ikan khas rawa dan sungai yang menggenang.
  • Umpan : Cacing, ikan kecil, udang, pelet, cere, serangga dan jangkrik.



Sili (Mastamcembelus Macrognatus)
 
  • Tersebar : Jawa, Sumatera dan Kalimantan. 
  • Nama daerah, silli, sisili, deler, beros, silih, kesili, lengeo dan tilan. 
  • Besar maksimal panjang 40-50 cm.
  • Biologi : Hidup di dasar sungai banjir, omnivora, musim hujan, siang dan malam sama baik untuk memancingnya. Melimpah di sungai yang banjir (kecoklatan).
  • Umpan : cacing, ikan kecil dan udang.


Keting (Mystus Nigriceps)
 
  • Tersebar : Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Irian. 
  • Nama daerahnya ndaringan, keting, senggiringan, sengat, kelibere, ririgi dan lundu. 
  • Besar maksimal 20 cm.
  • Biologi : Hidup di dasar air, omnivora, melimpah musim hujan, siang dan malam sama dominannya. Melimpah di sungai yang banjir dan muara saat penghujan.
  • Umpan : Cacing, katak, ikan kecil dan udang.


Tawes (Barbodes Gonionotus)
 
  • Tersebar : Ikan ini kosmopolit (hidup melimpah) se-Indonesia kecuali Irian/Papua yang hidup di sungai, rawa dan danau. 
  • Ikan ini mempunyai nama lokal : taweh, baru, lunjar,putihan, badir, kandia, rampang, dan bader. 
  • Ikan yang terpancing biasanya rata-rata se-telapak tangan, walaupun ada yang berukuran 5 kg (ditemukan di Thailand).
  • Biologi : Hidup di semua masa air, pemakan segala, segala musim, dapat dipancing siang dan malam.
  • Umpan : cacing, cere, jangkrik, pelet dan lumut.


Palung (Hampala Macrolepidota)
  • Tersebar : di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Suka hidup di sungai berarus dan danau. 
  • Nama daerahnya : andungan, sebarau, barau, kakap hutan dan palung. 
  • Ikan yang terpancing biasanya sekitar 30 cm, tetapi dapat mencapai berat 8 kg.
  • Biologi : Merupakan ikan dasar, pemakan ikan, musim kemarau lebih dominan, dapat dipancing siang dan malam. 
  • Ciri khas palung adalah bentuk mulut dan mata yang seram, menandakan sebagai ikan predator.
  • Umpan : ikan kecil dan udang hidup, cacing, serta umpan tiruan (minow dan flies)

 
Ikan Mas (Cyprinus Carpio)
  • Tersebar : Ikan asal China di introduksi ke Indonesia sejak tahun 1927 dan tersebar luas di Indonesia. 
  • Besar maksimal lebih dari 50 kg.
  • Biologi : Merupakan ikan yang hidup di semua masa air, pemakan segala, segala musim, dipancing siang lebih baik. 
  • Ciri khas utamanya bentuk badan paling membulat dibanding ikan putihan lainnya.
  • Umpan : Pelet dan cacing. Ikan mas saat kecil mirip ikan cakul yang asli Indonesia, tetapi cakul cuma bisa berukuran 15 cm, sedang ikan mas sampai 1 meter.

 
Grass Karp (Ctenopharyngodon Idella)
 
  • Tersebar : Ikan asli Cina, di introduksi tahun 1970 an, tersebar luas di Indonesia sebagai pemakan gulma (tanaman air). 
  • Besar maksimal : 120 cm/60 kg.
  • Biologi : Ikan semua masa air, pemakan bahan tumbuhan, segala musim, dipancing siang lebih dominan. 
  • Ciri khas utama ikan ini adalah bentuk mulutnya lebih kecil dibanding ikan mas. 
  • Umpan : Lumut, pelet, dan cacing. Ikan ini lebih banyak di kolam pemancingan daripada di alam bebas, karena tidak dapat memijah di alam (ikan yang dijual adalah hasil kawin suntik di balai benih).

 
Nilem (Osteochillus Hasselti)
 
  • Tersebar : Di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. 
  • Nama daerah : milem, lehat, mangut, rengis, nilem, muntu, palong, palau, pawasa, puyau, assang dan penopa. Biasa hidup di sungai, danau dan rawa yang banyak tumbuh lumut dan tanaman air. 
  • Besar maksimal : 30 cm.
  • Biologi : Semua masa air, herbivora, segala musim, siang hari lebih dominan. Ciri khasnya adalah adanya sungut di mulutnya.
  • Umpan : Cacing, lumut, pelet dan bahan tumbuhan.

 
Kepras (Puntius Binotatus)
 
  • Tersebar : Di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. 
  • Nama Daerah : Benteur, wader cakul, tanah, sepadak, tewaring, sunau, kepras. Hidup di sungai, rawa dan danau. Terutama yang berwarna coklat. 
  • Besar maksimal : 20 cm.
  • Biologi : Semua masa air, omnivora, segala musim, siang hari lebih dominan.
  • Umpan : Cacing, pelet, cere. Ikan ini biasa digunakan sebagai umpan ikan sogo,belida, GT/caru di muara, gabus, toman, palung serta ikan predator lainnya.

 
Lokas (Dangila Cuvieri)
 
  • Tersebar : Di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. 
  • Nama daerah : Umbu-umbu, lambah pasir, bandengan, wadon gunung, nilem tiworo, kujam, pujau bemban. Hidup di sungai dan danau yang dalam (jarang di pinggir sungai), tarikkan ikan termasuk kuat dibanding besar tubuhnya. 
  • Besar maksimal 30 cm.
  • Biologi : Semua masa air, omnivora, segala musim, sinag hari lebih dominan.  
  • Ciri khas ikan ini adalah bentuk tubuhnya yang memanjang seperti ikan bandeng.
  • Umpan : Cacing, lumut dan pelet.

 
Derbang (Puntius Pinnauratus)
 
  • Tersebar : Di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. 
  • Nama daerah : Lalawak, lawak, wadon, genggehek, turub hawu, regis, derbang, wader merah, baderbang, halab, iblap dan bihee. Ikan ini banyak terdapat di sungai yang menggenang. 
  • Besar maksimal : 20 cm.
  • Biologi : Semua masa air, omnivora, segala musim, siang hari lebih dominan. 
  • Ciri khas ikan ini adalah adanya semburat merah di pipinya.
  • Umpan : Cacing dan pelet.

 
Wader (Puntius Brammoides)
 
  • Tersebar : Di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Melimpah di berbagai macam habitat perairan. Ikan yang paling tahan banting dibanding ikan bersisik lainnya, sehingga masih eksis di semua perairan. Biasa dipancing untuk digunakan sebagai umpan ikan-ikan predator. 
  • Besar maksimal hanya 10 cm.
  • Biologi : Ikan permukaan, omnivora, segala musim, siang dan malam.
  • Umpan : Laron, pelet dan cacing.

 
Lampan (Barbodes Schwanenfeldi)
 
  • Tersebar : Di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Melimpah di sungai dan laku juga di pasar akuarium.
  • Ikan ini dapat mencapai ukuran 30 cm. 
  • Nama daerahnya : lempan, salap, lampan sungai, tenadak merah, dan lempem. Mirip ikan tawes, tetapi mempunyai ciri khas dengan adanya 2 garis hitam tebal di sirip ekor, tidak terdapat di Pulau Jawa.
  • Biologi : Ikan semua masa air, pemakan segala, segala musim siang dan malam.
  • Umpan : Cacing dan pelet.

 
Kafiat (Puntius Wandersii)
 
  • Tersebar : Di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Tidak ada di Pulau Jawa, tetapi banyak dijual di toko-toko akuarium. 
  • Dapat mencapai ukuran sampai 30 cm, dan mempunyai nama lain : Cipo. 
  • Perangainya sama dengan ikan tawes. 
  • Ciri khas tubuhnya lebih merah di bagian sirip-siripnya dibanding ikan tawes.
  • Biologi : Ikan semua permukaan, omnivora, segala musim dan dipancing siang dan malam.
  • Umpan : cacing, cere, jangkrik, pelet dan lumut.

 
Seluang (Osteochillus Schlegeli)
 
  • Tersebar : Di Pulau Sumatera dan Kalimantan. 
  • Dapat mencapai ukuran sampai 20 cm. 
  • Ikan ini sekilas mirip wader dan cakul tetapi mulutnya persegi. 
  • Mempunyai nama daerah diantaranya : Aralin, aralim, sebrok dan merah mata.
  • Biologi : Ikan semua masa air, banyak di perairan menggenang. Segala musim dan dipancing siang hari.
  • Umpan : Cacing dan pelet.

Masih banyak jenis ikan air tawar yang ada di perairan Indonesia lainnya. 
SUMBER

0 komentar: