Monday, January 27, 2014

AGAR TELUR cucak rawa TIDAK DIBUANG


Dengan kandang yang ideal,yaitu panjang 3m,lebar 2m dan tinggi 3m yang umumnya dilengkapi dengan pohon perdu serta tempat mandi yang cukup membuat burung cucakrawa merasa nyaman. Ada beberapa faktor yang menyebabkan induk cucakrawa membuang anak atau telurnya:

1. Induk burung cucakrawa tidak merasa nyaman dengan lingkungan dan merasa terancam. Hal itu bisa disebabkan Cucakrawa memang tergolong burung yang sensitive,umumnya kandang burung cucakrawa dibuat dari tembok yang tertutup. Suara bising , gaduh serta bau yang menyengat merupakan salah satu faktor yang membuat burung cucakrawatidak merasa nyaman. Ganguan binatang baik tikus,kucing maupun anjing juga merupakan faktor yang dapat membuat burung cucakrawa merasa terancam. Pemecahan masalah ini yaitu meminimalkan ganguan lingkungan tersebut. Jauhkan kandang dari keramain orang maupun kendaraan bemotor dan juga jauhkan kandang dari ancaman binatang peliharaan maupun binatang liar (tikus ).

2. Induk burung cucakrawa tidak merasa nyaman sehingga membuang serabut dan menata kembali bahan pembuat sarang. Dalam proses membuang dan menata kembali serabut tadi telur ikut jatuh. Pemecahan masalah ini yaitu dengan membuat sarang lebih dari satu sehingga induk cucakrawa bisa memilih sendiri posisi dan kenyamanan sarang yang kita buat. Dan juga beri tambahan serabut halus untuk ditambahkan sendiri oleh induk cucakrawa agar induk merasa nyaman.

3. Induk burung cucakrawa birahi lagi. Hal itu dapat terjadi bila pemberian extra fooding yang berlebihan. Ukuran yang normal untuk induk yang sedang produksi perkandang yaitu 40 ekor jangkrik maksimal, sedangkan bila sudah mengeram maksimal 10ekor dan bila telur menetas minimal 60 ekor.Hal tersebut banyak diamini oleh para penangkar burung cucakrawa.

4. Induk yang memang nakal . bila itu terjadi jual aja induknya atau cari babuan buat mengerami. bisa babuan kutilang atau trucukan. kutilang lebih cocok dibuat babuan, karena sifatnya yang telaten dan cepat beradaptasi dengan lingkungan

sumber : http://penangkaran.blogspot.com/

0 komentar: